Pages
Kassian, fotografer pertama indonesia!!!
Diposting oleh
NDM - FFH
di
12.13
Selasa, 17 November 2009

Kassian Cephas (15 Februari 1844 - 1912) dapat dianggap sebagai pelopor fotografi Indonesia. Ia adalah seorang pribumi yang kemudian diangkat anak oleh pasangan Adrianus Schalk dan Eta Philipina Kreeft. Nama Kassian Cephas mulai terlacak dengan karya fotografi tertuanya buatan tahun 1875.
Cephas lahir dari pasangan Kartodrono dan Minah. Ada juga yang mengatakan bahwa ia adalah anak angkat dari orang Belanda yang bernama Frederik Bernard Fr. Schalk. Cephas banyak menghabiskan masa kanak-kanaknya di rumah Christina Petronella Steven. Cephas mulai belajar menjadi fotografer profesional pada tahun 1860-an. Ia sempat magang pada Isidore van Kinsbergen, fotografer yang bekerja di Jawa Tengah sekitar tahun 1863-1875. Tapi berita kematian Cephas di tahun 1912 menyebutkan bahwa ia belajar fotografi kepada seseorang yang bernama Simon Willem Camerik.
Publikasi luas foto-foto Cephas dimulai pada tahun 1888 ketika ia membantu membuat foto-foto untuk buku karya IsaƤc Groneman, seorang dokter yang banyak membuat buku-buku tentang budaya Jawa, yang berjudul: In den Kedaton te Jogjakarta. Pada buku karya Groneman yang lain: De Garebeg's te Ngajogjakarta, karya-karya foto Cephas juga ada disitu.
Dengan kamera barunya yang bisa dipakai untuk membuat "photographe instanee", Cephas mulai menjual karya-karya fotonya. Sejak itu karya-karyanya mulai dikenal dan dipakai sebagai suvenir atau oleh-oleh bagi para masyarakat elit Belanda ketika mereka akan pergi ke luar kota atau ke Eropa. Misalnya ketika JM. Pijnaker Hordijk, pemilik sewa dan seorang Vrijmetselaar terkemuka akan meninggalkan Yogyakarta, ia diberi hadiah album indah berisi kompilasi karya-karya foto Cephas dengan cover indah yang dilukis oleh Cephas sendiri dan bertuliskan "Souvenir von Jogjakarta". Album-album semacam itu yang berisi foto-foto sultan dan keluarganya juga kerap diberikan sebagai hadiah untuk pejabat pemerintahan seperti residen dan asisten residen. Keadaan seperti ini tentunya membuat Cephas dikenal luas masyarakat kelas tinggi, dan memberinya keleluasaan bergaul di lingkungan mereka.
Cephas mulai bekerja sebagai fotografer kraton pada masa kekuasaan Sultan Hamengkubuwono VII. Karena kedekatannya dengan pihak kraton maka ia bisa memotret momen-momen khusus yang hanya diadakan di kraton semisal tari-tarian untuk kepentingan buku karya Groneman.
Cephas juga membantu pemotretan untuk penelitian monumen kuno peninggalan zaman Hindu-Jawa yaitu kompleks Candi Loro Jonggrang di Prambanan yang dilakukan oleh Archaeologische Vereeniging di Yogyakarta. Proyek ini berlangsung tahun 1889-1890. Dalam bekerja, Kassian Cephas banyak dibantu Sem, anak laki-lakinya yang paling tertarik pada dunia fotografi seperti ayahnya. Kassian Cephas memotret sementara Sem menggambar profil bangunannya.
Ia juga membantu memotret untuk lembaga yang sama ketika dasar tersembunyi Candi Borobudur mulai ditemukan. Ada sekitar 300 foto yang dibuat Cephas untuk penggalian ini. Pemerintah Belanda mengalokasikan dana 9000 gulden untuk penelitian ini. Cephas dibayar 10 gulden per lembar fotonya. Cephas mengantongi 3000 gulden (sepertiga dari seluruh uang penelitian). Jumlah yang sangat besar untuk ukuran waktu itu.
Cephas adalah pribumi satu-satunya yang berhasil menguasai alat peradaban modern, itu juga yang membuatnya diakui di kalangan golongan masyarakat kelas tinggi. Buktinya ia bisa menjadi anggota istimewa Perkumpulan Batavia yang terkenal itu. Tahun 1896 ia dinominasikan menjadi anggota KITLV (Lembaga Linguistik dan Antropologi Kerajaan) atas dedikasinya memotret untuk penelitian Archaeologiche Vereeniging. Ia benar-benar diterima menjadi anggota KITLV pada tanggal 15 Juni 1896. Ketika Raja Chulalongkorn dari Thailand berkunjung ke Yogyakarta tahun 1896, ia mendapat hadiah berupa tiga buah kancing permata. Bahkan Ratu Wilhelmina dari Belanda memberi penghargaan berupa medali emas Oranje-Nassau kepada Cephas pada tahun 1901.
Cephas sendiri sudah sejak tahun 1888 memulai prosedur untuk mendapatkan status "gelijkgesteld met Europeanen" atau "disetarakan dengan kaum Eropa" untuk dirinya sendiri dan anak-anak laki-lakinya: Sem dan Fares; suatu prosedur yang dimungkinkan oleh UU Kewarganegaraan Hindia Belanda pada masa itu.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kassian_Cephas
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2259471
my old collection artwok
Diposting oleh
NDM - FFH
di
17.27
Rabu, 11 November 2009
Yang terlupakan
Colabz session with Aldino
colabz session with Emontografitalent : Rinda
my underwater
just opinion
Tribute to LEAH DIZON artpack
Diposting oleh
NDM - FFH
di
14.50
ngikut nimbrung dari temen2 yang fi FB,,
sesama "dizonerz" mengapresiasikan leah dizon dengan sebuah design
Part I

Part II
sesama "dizonerz" mengapresiasikan leah dizon dengan sebuah design
Part I

Part II
My COLLABZ PART I
Diposting oleh
NDM - FFH
di
10.37
hasil saya "NDM" ber-Colabs dengan temen-temen...
Terima kasih buat teman-teman yang sudah berminat colabs dengan saya,,
-salam NDM
Feat GWP
Feat Emontografi
feat Adhenz
feat Tama
Feat Felix Wang
Feat Mayonkie
Terima kasih buat teman-teman yang sudah berminat colabs dengan saya,,
-salam NDM
Langganan:
Postingan (Atom)
me on INSTAGRAM
Network Sites
Total Pageviews
Popular Posts
-
Kassian Cephas (15 Februari 1844 - 1912) dapat dianggap sebagai pelopor fotografi Indonesia. Ia adalah seorang pribumi yang kemudian diang...
-
Tips to achieving a perfect pour splash: Shutter speed : 1000/sec was just enough to freeze the motion of a pour. Adjust ISO and F-stop f...
-
hasil saya "NDM" ber-Colabs dengan temen-temen... Feat GWP Feat Emontografi feat Adhenz feat Tama Feat Felix Wang Feat Mayonkie Te...
-
Yang terlupakan Colabz session with Aldino colabz session with Emontografi talent : Rinda my underwater just opinion
-
Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar . Jadi photography bisa diartikan menggambar/melu...
-
ini salah satu tutorial yang dibuat oleh guru saya,,,,,,,,, mudah2an berguna.........
-
Step 1 The first image I selected was a photo of a little girl that we have taken last year in the end of a photo session back in the studio...
-
ngikut nimbrung dari temen2 yang fi FB,, sesama " dizonerz " mengapresiasikan leah dizon dengan sebuah design Part I Part II
About this blog
This blog is my portfolio blog where visitors can enjoy this blog or maybe want to use my services in the field of photography and design
Jl. Ontorejo 95 (tinta merah studio) PONOROGO
08561897891






























